Tifatul Sembiring Menyalami Michelle Obama

Bangsa kita bangsa lebay, didukung dengan media yang ngawur, kombinasi yang sempurna 😀

Ingatkah, sewaktu Obama ke Indonesia, yang digembar-gemborkan adalah bagaimana ‘dulu’ Obama pernah tinggal di Indonesia. Hampir setiap saat fakta tersebut diulang-ulang oleh newscaster di semua stasiun tivi, perulangan yang tiap sebentar itu menandakan anggapan bahwa awak media berpendapat, masyarakat Indonesia mempunyai kemampuan sangat lemah untuk mengingat fakta. 😀 Padahal kita nggak bego-bego amat ya.. Edi Tansil, Century, Tragedi Trisakti, walaupun gambaran solusinya makin lama makin kabur, kita masih ingat juga lah, ya…. *sedikit* lol

Kutipan-kutipan pidato si Mister Obama juga tidak terlalu dikutip inti pentingnya yang menyangkut kesediaan Obama yang secara pribadi mengungkapkan, beliau ‘bisa menjadi jembatan’ antara hubungan Indonesia dengan Amerika. Yang diulang-ulang adalah bahwa beliau bilang : Assalamu’alaikum, lalu beliau mengucapkan banyak kata-kata dalam bahasa Indonesia, bahkan juga menyebutkan : Bhinneka Tunggal Ika!! –wah, latihannya pasti lama, tuh- Mantap, gan :D! Sebenarnya bila kita mau jujur, ini bukan bukti bahwa beliau merasa memiliki Indonesia, kok. Ini hanya bukti bahwa Pak Obama ini adalah pribadi kharismatik yang mampu mencuri perhatian para pendengar saat berpidato –kemampuan yang patut ditiru para pimpinan sidang dewan rakyat. Oh, tidak!! Bakal studi banding lagi, deh. How to steal the crowd’s attention skill. Baca buku Larry King aja, deh.. Sekali lagi, mantap, gan! lol

Nah, sekarang. Bukannya media menuntut berita apa langkah real yang akan diambil pemerintah untuk memanfaatkan kunjungan Obama yang menyita perhatian semesta alam tersebut, dan ‘pasti’ mengeluarkan biaya dan tenaga yang jumlahnya substansial untuk mendukung kenyamanan Obama selama berada di Indonesia, biaya dan perhatian yang bila di alokasikan kedaerah bencana akan menyalesaikan banyak masalah, media massa malah meributkan : Tifatul Sembiring mupeng sama Michelle Obama, padahal sama wanita-wanita di Sumatera Utara tidak mau bersentuhan. Waduh! Kacau!! Kapan mau majunya Indonesia ini?!

Saudara media, bila seandainya Bapak Tifatul Sembiring berpegang teguh pada prinsipnya, mari kita bayangkan kejadiannya. Sewaktu Ibu Michelle Obama mengulurkan tangannya, dan tiada balasan, akan ada telapak tangan seorang istri dari lelaki nomor satu di dunia, mengawang-awang, dengan nasib yang tidak jelas. Pertama, Ibu ini akan malu, lalu suaminya tersinggung (iya dong, siapa yang ingin melihat istrinya ‘takanceh’? Diliput media internasional pula, malunya bersifat luas, seperti global warming 😀 ), kemudian peristiwa ini menumbuhkan keengganan dalam diri Obama untuk ‘menjadi jembatan’ tadi, lalu media pun akan meributkan hal ini. Media akan menyalahkan Tifatul Sembiring adalah penyebab rusaknya hubungan bilateral kedua negara (ingat, kita selalu berpikir : lebay :D). Media memang kompor, yang penting ada berita.

Sebagai bangsa Indonesia, semestinya kita jangan memperbesar-besar masalah kecil, dan melupakan masalah-masalah raksasa. Mungkin juga karena Pak Sembiring adalah wakil dari salah satu partai Islam terbesar di Indonesia maka tuntutan terhadap beliau semakin banyak. Tapi, yang harus diingat, ini bukanlah masalah yang perlu diributkan. Tidak penting. Masih bisa ditoleransi.

Kita tidak sebodoh itu, otak kita masih mampu menerima berita yang lebih berbobot, dan betul-betul informatif. Mungkin kita memang bosan disuguhi masalah besar yang belum sepertinya akan hilang dari negeri ini dalam waktu dekat. Tapi kita punya kemampuan untuk mencernanya. Kita bangsa Indonesia, lebih baik dari ini. Kita bukan anak TK yang hanya perlu melihat acara lucu-lucuan di televisi.

Semoga bermanfaat 🙂

Catatan : ‘takanceh’ artinya, kecewa dalam bahasa gaul Minang 😀

Advertisements
  1. #1 by nerd on December 28, 2010 - 11:41 am

    saya tidak pernah merasa lebih pintar atau lebih baik, bahkan mungkin i’m the last person u want to meet, tapi alangkah bijak jika beliau berbesar hati minta maaf,bukan malah koment “ini hanya masalah iri saja”, saya minta maaf jika saya menyakiti perasaan anda, sekali lagi minta maaf, hanya menurut saya mbak terlalu berlebihan klo bilang bisa merusak hubungan diplomasi, dan jika iya pun membuat obama tersinggung, pernah ndak terpikir obama, perasaan kita saat dia jelas2 membela israel yang membunuh saudara kita di palestina. Dan bukan maksud saya menghakimi tapi saya sangat kecewa liat sikap pongah beliau. sekali lagi maaf…

    • #2 by rialive on December 28, 2010 - 11:54 am

      Makanya kita memang tidak boleh berharap banyak sama manusia, Mas/Mbak..
      Manusia banyak kekurangan, kadang mgkn bisa pongah, kdg rendah hati tak terkira. Teladan kita ya cuma Rasulullah salallhu alaihi wa salam, dan tempat berharap cuma Allah subhana wa taala.

      Dan memang seperti itu sih, hubungan bilateral bisa terpengaruh krn hal2 kecil.. lebay ya? tp begitulah politik.. para politikus juga punya perasaan, ho ho ho..
      Nah masalahnya melebar terhadap Palestina, mana ngerti org2 kafir bahwa muslim itu bersaudara?
      Mana mereka ngerti knp kita over-reacted atas masalah paletina? Bagi mereka ini hanya kita pengen masuk tipi. Mereka nggak akan mengerti. Jadi sulit bila kita pinta Obama utk mengerti.
      Tp ini masalah Indonesia, bukan Palestina. be objective.

      And no, you’re not the last person I would like to meet.

      Saya nggak marah, kok.. yang Anda tuduh melakukan dosa besar kan Pak tifatul, bukan saya.. hohoho

      Blog ini terbuka utk komen seperti apa saja termasuk menghina saya, saya memang banyak kekurangan.
      Hanya tertutup utk komen menghina Islam, Allah swt, dan Rasulullah saw.

      Silahkan mampir lagi mas/mbak.. 🙂

      wa salam

  2. #3 by nerd on December 28, 2010 - 10:42 am

    maaf mbak saya sudah menuliskan alamat email saya, dan maaf bukan maksud saya ngobrak blog mbak, tapi coba kita cermati, tidak masalah jika tifatul seorang tukang sayur, jadi masalah karena beliau pemimpin organisasi Islam terbesar di Indo, itu sangat melukai umat Islam, inikah ciri pemimpin masa depan Islam..?? mau dibawa kemana Islam, jika beliau lebih memilih ndak enak hati dari pada melakukan dosa besar. Jangan keliru, saya sangat cinta Islam, saya sangat sedih melihat tingkah pemimpin Islam kita, tolong renungkan kata2 saya, dan mudah2an beliau sadar kesalahan nya..

    • #4 by rialive on December 28, 2010 - 11:12 am

      Bila Beliau memang salah, semoga ALlah mengampuni, Amin.
      Mudah2an juga Anda menulis hal ini krn Anda memang benar2 sedih, bukan krn Anda merasa lebih pintar dr kebanyakan org.
      Saya juga tahu dgn hadits yang Anda sebut.
      Tapi apa memang benar, maksud dr hadits tersebut sesempit itu? Ada beberapa pendapat mengenai hal tersebut. Konsep ‘menyentuh’ apa yg terkandung di dalamnya. Benarkah bersalaman dalam kondisi yg menjebak seperti itu adalah termasuk di dalamnya.
      Saya setuju bila idealnya, mereka tidak bersentuhan, tp ini bukan masalah tidak enak hati, tolong baca lagi posting saya.
      Ini masalah apa yg harus kita ributkan. Apa krn menyelamatkan hubungan diplomasi dua negara seperti itu, beliau jadi lebih buruk dari pelaku video porno? Ingat kan? Hujatan terhadap beliau pada saat itu ‘setara’ dgn kasus video yg sedang heboh.

      Anda boleh idealis dan keras. Tapi keras dan idealislah pada diri Anda, jangan menghakimi orang lain bila Anda belum pernah berada dalam posisi mereka.
      Ohya, mgkn Anda pernah mengelak sewaktu nenek tetangga Anda ingin menyalami Anda, selamat atas keberhasilan Anda, tapi itu tdk mempengaruhi hubungan dua negara, a.k.a kehidupan org banyak.

      Ada hal besar yang bisa membuat hal2 kecil spt kejadian tersebut ‘tertoleransi’.
      seperti misalnya di mekah, org2 bersentuhan, depan laki sebelah laki, tp perempuan tetap solat desak2an. apa naik haji jd haram? hmmm…
      (nggak usahlah ini didebat, memang seperti kenyataannya kl naik haji.)
      Kenapa? krn ‘sentuhan’ seperti itu kecil dibandingkan tujuan dan kondisi yg ada pada saat itu.

      Nah, coba Anda yang merenungkan pendapat saya; Apa niat dan tujuan bapak Tifatul, hanya Allah yg tahu, dan sebagai sesama muslim, mari kita berprasangka baik. Al Hujurat : 12
      Menghakimi dosa, pahala, itu bukan tugas kita. Apalagi Anda sudah dgn berani mengatakan itu “dosa besar“, setara dengan melawan pd org tua? membunuh? berzina? meninggalkan shalat? Naudzubillah, semoga Allah mengampuni tuduhan Anda.
      Entahlah mgkn bagi Anda, Anda sudah merasa sangat baik. Atau Anda punya ilmu gaib? bisa membaca pikiran org lain? Mantap.
      Tp bagi saya pribadi, lebih baik saya berfikir positif saja, belum cukup kapasitas saya untuk menghakimi org lain.

      Wallahu alam bishawab.

      Semoga Allah melindungi kita semua dr semua fitnah, mengampuni kelemahan kita, membersihkan prasangka kita, dan melengkapkan kekurangan ibadah kita. Amin.

      Maaf atas komen yg panjang.
      Silahkan mampir lagi 🙂

  3. #5 by nerd on December 28, 2010 - 5:39 am

    anda benar bukan hal yang besar, cuma kepala ditusuk pake jarum besi jak, paling cuma mati. no big deal right…..???

    • #6 by rialive on December 28, 2010 - 7:26 am

      Anda gak ngerti mksd saya,
      bahkan tidak meninggalkan alamat utk membalas sumpah serapah Anda.
      Drpd Anda sibuk ngobrak ngabrik blog org untuk menghakimi,mending anda nyari hal yg lebih berguna lah ndak..

      coba anda cerdasi wacana saya.

      Semoga Allah mengampuni Beliau dan kita semua.. Amin

  4. #7 by nerd on December 28, 2010 - 5:37 am

    “Ditikam seseorang dari kalian dikepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik dari pada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. Thabrani].

    • #8 by rialive on December 28, 2010 - 7:22 am

      Anda pikir, media menggembar-gemborkan masalah ini karena hadits tersebut atau cuma krn ingin dapat berita?

      🙂

  5. #9 by rika on December 27, 2010 - 1:37 pm

    setuju…penuhi kepala dengan hal-hal besar supaya tidak dipusingkan oleh hal-hal kecil….wah pak tifatul serba salah ya,

    • #10 by rialive on December 27, 2010 - 2:02 pm

      Iya, kasihan Pak Tifatul..
      Semoga beliau dikuatkan, dan tetap berkarya 🙂
      Makasi sudah mampir mbak Rika.. 😀

  6. #11 by miki on November 12, 2010 - 8:11 am

    wakkakkakkakkak!!
    ada ya yang begini?
    memang lucu fokus media ini ya 😀

    • #12 by rialive on November 12, 2010 - 8:18 am

      ya ada dong 😀
      semua ada di endonesa!! yeeey!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: