Qurban

Dari Aisyah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda:”Amal yang paling disukai Allah pada hari penyembelihan adalah mengalirkan darah hewan qurban, sesungguhnya hewan yang diqurbankan akan datang (dengan kebaikan untuk yang melakukan qurban) di hari kiamat kelak dengan tanduk-tanduknya, bulu dan tulang-tulangnya, sesunguhnya (pahala) dari darah hewan qurban telah datang dari Allah sebelum jatuh ke bumi, maka lakukanlah kebaikan ini”

Hari ini adalah saat sempurna untuk melihat ke dalam diri kita dan merenung. Seberapa besar cinta kita terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala dibandingkan dengan hal lain di dunia ini.

“Katakanlah: “jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” [At Taubah (9) : 24]

Sejarah Ibrahim(a.s) telah mengajarkan kepada manusia tentang hal yang prinsipil dalam kehidupan. Beliau datang di saat praktek pemberian sesajen  berupa manusia kepada Tuhan dipertentangkan (dalam sejarah, praktek ini dilakukan oleh banyak bangsa di dunia; Mesir kuno, Indoa, Cina, bangsa yahudi, dan banyak lagi). Masyarakat pada saat itu terpecah menjadi golongan yang setuju dan tidak.

Pada masa Ibrahim (a.s) praktek ini telah tegas dilarang. Bukan karena manusia terlalu berharga untuk dikorbankan, melainkan sebagai bukti bahwa Allah adalah Maha Pengasih and Maha Penyayang. Perintah untuk menyembelih anaknya Ismail(a.s) adalah bukti bahwa —jika memang diperintahkan— segalanya wajar untuk diberikan sebagai pengorbanan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Bagian menarik dari sejarah ini adalah setelah praktek telah disetujui dan akan dilaksanakan sepenuh hati oleh Ibrahim(a.s) dan Ismail(a.s), Allah Subhanahu wa ta’ala menghalangi penyembelihan itu untuk dilakukan. Sebagai tanda bahwa, hanya karena Cinta-Nya yang demikian besarlah maka praktek tersebut tidak dilakukan lagi.

Maka benarlah, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, namun masih banyak di antara kita yang tidak bersyukur.

Kita, sebagai manusia biasa tidak mempunyai kekuatan atas apapun, kita hanya bisa untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari, dan semoga Allah Subhanahu wa ta’ala dengan Rahmat dan Kasih Sayang-Nya yang tiada terbatas memberi kita kemampuan untuk mencintai-Nya lebih dari apapun di dunia ini. Amin..

Ria baru belajar, kritik dan saran sangat Ria harapkan. Terima kasih. 🙂

Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Advertisements
  1. #1 by ucie on November 16, 2010 - 5:56 pm

    makasi..
    Selamat idul adha, semoga barokah ..

    • #2 by rialive on November 16, 2010 - 10:10 pm

      sama-sama 🙂
      terima kasih sudah berkunjung 🙂
      silahkan datang lagi..

  2. #3 by mona on November 16, 2010 - 10:35 am

    kakak nggak ada kritik, bagus tulisannya dek 🙂
    semoga ilmunya semakin bertambah, dan jangan lupa bagi-bagi ya 😀

    • #4 by rialive on November 16, 2010 - 10:45 am

      Amin ya Mujib 🙂
      InsyaAllah kakak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: